Tuesday, August 4, 2020

Mengapa SSD Lebih Cepat Dibandingkan dengan HDD?

Teknologi media penyimpanan terus berubah dan tentu saja semakin terkini maka semakin canggih dan efektif. Indikator yang paling mudah untuk dinilai adalah kapasitas simpanannya dan tentu kecepatannya.

penyimpanan SSD
Media penyimpanan SSD 1 TB

Mungkin masih ada yang ingat dengan disket besar ukuran 5 ¼ inci (133 mm), kemudian diganti dengan disket 3 ½ inci (90 mm). Kemudian muncul harddisk HDD yang kapasitasnya semakin besar, dan masih digunakan secara umum saat ini.

Teknologi terbaru media penyimpanan adalah Solid State Drive (SSD) yang ditemukan oleh Fujio Masuoka yang bekerja untuk Perusahaan Toshiba pada 1980. Baru pada tahun 1987 media penyimpanan SSD ini digunakan untuk komputer Toshiba.

dengan mengintegrasikan rangkaian microchips semi konduktor yang terbuat dari silikom sebagai memory yang dapat disimpan secara permanen atau sekedar sesaat saja.

Integrasi ini tidak dengan mainboard (PCB) tetapi dengan secara langsung chips to chips, sehingga ukurannya bisa lebih kecil.

Solid State Drive berbeda dengan Random-access memory, or RAM yang mampu menampung data program secara sementara. Pada saat komputer tidak terhubung listrik maka data di dalam RAM akan terhapus.

Penggabungan elemen-elemen menjadi IC pertama sekali dibuat oleh Kilby pada tahun 1958. Sebelum adanya IC banyak peralatan berukuran besar karena harus menggunakan rangkaian elektronik yang mengandung banyak sekali transistor, resistor, dioda dan sebagainya.

Penggabungan IC juga ada pada processor. Semakin canggih processor ternyata terdiri dari beberapa processor yang digabungkan lagi. Hanya saja SSD lebih berfokus pada fungsi penyimpanan dan bukan melakukan pemprosesan data seperti processor.

Teknologi SSD mengganti dari metode pembacaan mekanis menjadi metode pembacaan secara logika aplikasi, oleh karena itu proses kerja SSD lebih senyap dan tidak bersuara seperti HDD.

Para pengguna PC atau server sudah biasa dengan suara desingan yang terdengar, apalagi pada saat proses booting atau pembacaan/penulisan data sedang berjalan piringan magnetik.

Teknologi disk magnetik yang dapat menyimpan data awalnya di buat oleh IBM pada tahun 1956 untuk komputer RAMAC 305 system dengan diameter 61 cm dan hanya berkapasitas 5 MegaByte saja.

SSD pada intinya sama dengan flash disk, hanya saja kapasitas SSD besar, karena fisiknya juga jauh lebih besar dari pada flashdisk. Fisiknya yang lebih besar tentu jumlah sirkuit yang terintegrasi juga lebih banyak.

Penyimpanan pada SSD berupa flash memori yang berbasis NAND. Apa itu NAND (Not And)? Ialah gerbang logika boolean not and. Dengan kata lain semua output benar kecuali benar dan benar (true and true). Jenis memori demikian disebut juga memory Non-Volatile yang dapat menyimpan data memori tanpa supplay elektrik atau tegangan suplai.

Friday, July 24, 2020

Ingin Kerja Laptop Anda Cepat? Ganti Hardisknya Menjadi SSD

Kebutuhan untuk memiliki laptop atau notebook yang cepat semakin tinggi. Apalagi saat ini banyak aplikasi yang cukup boros "source" kinerja processor, RAM ROM dan harddisk.

Harddisk SSD Merek WD 1 TB

Sebagai gambaran aplikasi game on line untuk komputer seperti Tom Raider, GTA, Crysis dan lain-lain. Aplikasi untuk mengolah photo seperti PhotoShop. Aplikasi untuk manajemen database seperti iatau Oracle dan SQl Server untuk pengelola database. Semua aplikasi itu benar-benar memeras tenaga mesin komputer.

Bagaimana cara meningkatkan kinerja laptop atau notebook? Banyak caranya yang umum adalah mengganti memori menjadi lebih besar, tapi selain itu ada cara lain untuk mendongkrak kinerja laptop/notebook lebih signifikan. Apakah itu?

Salah satu beban besar dari kerja mesin laptop adalah kerja hardisk Hard Disk Drive (HDD) sebagai media penyimpanan. Hardisk menyimpan metadata dari berbagai sistem operasi dan software pada piringan disk magnetik bundar yang berputar cepat. Perputaran disk hardisk adalah pergerakan fisik mekanik menggunakan pendorong dinamo.

Semakin banyak data diminta maka semakin sering dinamo berputar untuk menggerakkan piringan-piringan logam (disk) yang mengandung record-record data yang tersimpan secara elektro magnetis. Ini yang menyebabkan laptop cepat panas, karena kerja dinamo HDD sangat boros energi listrik. HDD juga rawan terhadap getaran dan benturan.

Teknologi Solid State Drive (SSD) telah merubah cara ini dengan menyimpan data pada fisik yang statis tidak seperti HDD yang harus bergerak dinamis dengan berputar. Prinsifnya pada SSD pembacaan data cukup ditempat, sedangkan pada HDD harus dipanggil, maka lokasi disk yang mengandung data menghantarkan data.

Pada SSD terdapat gabungan chip memori yang saling terhibung (terintegrasi). Mirip seperti kerja processor yang juga memiliki kemampuan menampung data. SSD menghapus kerja mekanis atau dengan kalimat lain SSD bekerja secara full.elekrik.

SSD lebih handal dan lebih aman dalam menyimpan data. SSD juga lebih tahan terhadap getaran dan goncangan. Tentu SSD ada kelemahannya yaitu rawan.terhadap air dan konsleting listrik.

Teknologi SSD menjadi loncatan besar.untuk meningkatkan efektifitas kerja media penyimpanan. Tentu ini mengimbangi kebutuhan penyimpanan yang semakin lama semakin boros, karena peningkatan teknologi telah memperbanyak dan memperkaya referensi pada berbagai sistem operasi dan software aplikasi.

Salah satu kendala bagi pengguna untuk mendapatkan hardisk SSD adalah ketersediaan SSD dipasaran masih terbatas dengan harga yang mahal. Sebagai gambaran SSD 500 GB merk WD seharga 1 juta, sedangkan untuk hardisk HDD hanya seharga pada kisaran Rp. 500 ribu. Untuk SSD 1 TeraByte merek WD harga tambah tinggi lagi pada kisaran Rp. 3,4 jutaan sedangkan HDD hanya pada kisaran Rp. 750 ribu sampai 1 jutaan tergantung merek.

Itulah hardisk SSD yang memang belum ekonomis dan masih cukup.mahal. Itulah yang kita bayar untuk meningkatkan kecepatan leptop secara signifikan. Sebagai gambaran kinerja SSD bisa sampai 10 kali kecepatan hardisk HDD.

Pada akhirnya tentu kembali pada kita seberapa butuh kita pada laptop atau notebook yang cepat. Ada nilai ada harga. Yah silahkan dipertimbangkan saja.

Monday, June 15, 2020

Laptop Ultrabook, Canggih dan Ringan!

Trend laptop ultrabook semakin menarik. Awalnya type laptop ini adalah adanya kenginan untuk menggabungkan notebook yang berkinerja dengan netbook yang ringan dan tipis. Jadilah sebuah laptop ultrabook yang ringan dan tipis dan menjadi laptop portabel yang fleksibel untuk dibawa kemana-mana, tetapi dengan performa yang tinggi.

Laptop Ultrabook
Ilustrasi. Laptop Ultrabook
Laptop ultrabook sangat cocok bagi para pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, tetapi pekerjaannya sangat membutuhkan laptop dengan dapur kerja mesin yang sangat tinggi. Selain itu laptop ultrabook juga akan memenuhi selera seni yang lebih modern dan stylist.

Beberapa vendor tertarik untuk mengisi pangsa pasar ini yang banyak diisi oleh kalangan profesional dan pemakai dengan budget yang tinggi. Bisa dikatakan tahun 2020 ini menjadi tahunnya laptop ultrabook, walaupun beberapa tahun lalu trend ini sudah mulai.

Beberapa vendor yang memasarkan merk terkenal mengikuti trand ini, seperti Asus dengan Asus Zenbook dan juga Asus Vivobook-nya, HP dengan HP Elite Dragonfly dan HP Spectre x360, Microsoft dengan produk Microsoft Surface Laptop 2,  Lenovo dengan produk Lenovo ThingPad dan Lenovo Yoga, Acer dengan Acer Swift, Apple dengan Apple Macbook, Dell dengan Del XPS 13, Samsung mengeluarkan Samsung Netebook 9 Ultrabook  dan masih banyak lagi merk-merk yang mengisi pangsa pasar ultrabook.

Rata-rata laptop ultrabook memiliki bobot yang ringan dan dibawah 2 kg. Isu bobot ini menjadi sangat penting dan sensitif bagi laptop jenis ultrabook. Sebagai contoh produk Apple Macbook Air hanya memiliki bobot 1,24 kg. Bobot ini cukup ringan untuk sebuah laptop, sehingga tidak memberatkan para pemakai yang harus menggendongnya di bahu atau dijinjing dengan tangan seorang profesional wanita. Untuk urusan bobot ini produk dari Dell yaitu Dell XPS 13 tidak kalah, bahkan bobotnya diklaim hanya 1,21 kg saja.

Pada umumnya berbagai merk dengan spesifiksi seperti diatas menggunakan processor, RAM, grafik dan hardisk dengan  spek yang cukup tinggi. Upaya untuk memuaskan konsumen menjadi persaingan tersendiri bagi para vendor. Konsumen dengan keinginan yang dinamis dan budget berbeda menempatkan semua merk dalam kesempatan yang sama untuk meraih pasar.


Friday, May 29, 2020

Oppo Patenkan Jam Tangan Layar Lipat dan Gulung

Ada kabar teknologi baru dari Oppo yang telah mempatenkan jam pintar layar lipat pada World Intellectual Property Office (WIPO).

Jam Tangan Lipat Oppo (Image credit: LetsGoDigital)
Pengembangan teknologi gatget pintar kedepan memang diramalkan akan semakin bergeser juga ke gatget yang semakin kecil.

Pergeseran teknologi perangkat pintar ke jam tangan ini tentunya hanya menggapai pangsa pasar para penggemar jam tangan. Tentu pangsa pasarnya tidak sebesar pasar hand phone pintar berkamera.

Pergeseran teknologi perangkat pintar ke jam tangan ini karena jam tangan yang secara fisik cukup kecil tetapi pengembangan teknologi nano yang cukup berhasil ini mampu menerapkan dan menciptakan processor yang bisa diimplan ke sebuah jam tangan.

Kesuksesan itu salah satunya pada produk jam pintar Imoo Watch Phone. Kesempatan untuk ikut menggapai pasar ini juga akan diikuti oleh Oppo yang sudah berhasil melakukan penetrasi pasar untuk produk handphone pintar berkamera selfie.

Salah satu upaya OPPO itu adalah dengan mengembangkan jam tangan pintar berlayar lipat. Perangkat ini dalam Paten OPPO berjudul ‘perangkat elektronik yang dapat dipakai’ yang diterbitkan pada September 2018 lalu.

Layar jam yang sangat kecil menjadi tantangan sendiri bagi OPPO sehingga produknya ini berfitur layar jam yang dapat dilebarkan dengan design lipat, sehingga area display jam dapat lebih luas. Selain lipat Oppo juga memproduksi jam tangan yang bisa digulung.

Fitur lain dalam jam tangan Oppo ini yaitu; pemosisian berdasarkan GPS, Base Station (BS), Wi-Fi, kamera, dan beberapa fitur lainnya. Jam tangan pintar Oppo ini sudah banyak ditemui dipasaran.

Konsep jam pintar Oppo ini adalah bagian dari Internet of Thing (IoT) yang menjadi pegangan bagi para industriawan era terkini.

Kita tinggal menunggu perangkat yang dipakai sehari-hari yang lain seperti pena, kacamata, jas dan kemeja, ikat pinggang bahkan juga sepatu tinggal menunggu mendapatkan gelar ‘pintar’.Bagaimana dengan kamera? Kamera sudah berlalu dan menjadi bagian dari revolusi handphone berkamera.

Thursday, May 28, 2020

Standar Teknologi Jaringan Wifi yang Perlu Kita Ketahui

 
Wifi
Ilustrasi. Wifi.

Penggunaan internet sudah merambah pada semau tempat.  Pusat perkotaan, jaringan internet kantor, jaringan internet gedung bertingkat, wifi di terminal dan bandara, sampai dengan taman-taman kota yang sudah tersedia fasilitas wifi.  Bahkan nyaris dimana saja kita duduk di kota-kota besar jika kita buka akses jaringan wifi melalui handphone kita maka ada saja akses yang tersedia.

Sayangnya penggunaan teknologi wifi yang sudah masif ini tidak diiringin oleh perkembangan literasi tentang teknologi jaringan wifi ini.  Sehingga perkembangan teknologi wifi kurang menambah daya dorong dan dampak domino pada pergerakan ekonomi nasional kita, karena kita hamper bisa dikatakan sekedar konsumen saja.

Wi-fi asal mula katanya berasal dari wireless fidelity adalah merupakan standar jaringan wireless  atau jaringan tanpa kabel. Sampai saat ini standarisasi teknologi wifi secara internasional dipegang oleh institusi bernama Institute of Electrical and Electronic Enginering (IEEE). IEEE yang bekerja secara global ini telah menetapkan tiga macam standarisasi jaringan wifi.  Standarisasi seperti ini tidak berbeda dengan standarisasi untuk penerapan teknologi perangkat mobile seperti IMEI (International Mobile Equipment Identity).

Hal ini tentu terkait dengan industri perangkat jaringan dan aturan hokum tentang penggunaan frekwensi yang berlaku pada segara-negara di dunia pun tentu mengacu pada standar yang sudah ada disyaratkan.  Seperti perangkat yang diimplankan pada handphone yang kita pegang tentu pada fitur tetringnya harus memenuhi standar ini.

Mengapa kita harus menggunakan standar yang sama ini? Hal ini tentu terkait dengan berbagai penggunaan frekwensi dalam berbagai bidang mulai dari bidang penerbangan, militer, fasilitas komunikasi public dan banyak  lagi bidang yang menggunakan frekwensi ini.  Pengaturan ini selain agar tidak terjadi  penggunaan yan g saling tumpang tindih juga agar pengembangan teknologi wifi pada berbagai industry jaringan wifi yang tersebar diberbagai dunia dapat seragam dapat saling dapat  menggunakan.

Ada tiga macam standar teknologi wifi yang sudah berjalan sampai saat ini.   Standarisasi  pertama yaitu IEEE 802.11a yaitu wifi dengan penggunaan frekwensi pada 5 Ghz yang memiliki kecepatan 54 Mbps dan jangkauan jaringan sampai dengan 300 meter.  Kemudian standarisasi yang kedua IEEE 802.11b yaitu teknologi wifi yang menggunakan frekwensi 2,4 Ghz yang memiliki kecepatan 11 Mbps dan jangkauan jaringan sampai dengan 100 meter.

Standarisasi yang ketiga yaitu IEEE 802.11g yaitu wifi yang menggunakan frekwensi 2,4 GHz (sama dengan standar kedua) yang memiliki kecepatan 54 Mbps dan jangkauan jaringan sampai dengan 300 meter. 
Standarisasi yang ketiga inilah yang banyak mendapatkan dukungan dari industry perangkat jaringan wifi, baik itu vendor dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, China dan Jerman sebagian besar produknya menggunakan standarisasi yang yang ketiga ini. Perangkat yang menggunakan frekwensi 2,4 GHz standar ketiga ini banyak disebut sebagai pita frekwensi ISM (Industrial, Scientific and Medical) karena penggunaannya sangat massif. 

Berbagai teknologi perangkat wifi  jenis lain seperti bloetooth, corless phone atau perangkat feripheral komputer  lain seperti mouse wereless, keyboard  wereless juga menggunakan frekwensi pita ISM di frekwensi 2,4 GHz.

Wednesday, May 27, 2020

Apa Perbedaan USB 2.0 dan USB 3.0?

 

USB atau kepanjangannya yiatu Universal Serial Bus adalah kabel serial yang menghubungkan perangkat device komputer, laptop, notebook atau gatget lain dalam transfer data dan juga untuk pengecasan batre gatget.

Kabel dan konektor USB biasa digunakan untuk membaca flasdisk, mini hardisk, koneksi kabel data printer, dvd external, dan device lainnya.

Sejarahnya pada tahun 1996, beberapa perusahaan besar ingin membuat standar yang berlaku untuk melakukan transfer data antara dua device.  Microsoft, IBM, Intel, Compaq dan Nortel yang merupakan raksasa teknologi pada masa itu menentukan suatu protocol baru yang dinamakan USB.

Kabel USB dihubungkan dengan konektor USB.  Konektor USB seperti yang ada pada komputer atau laptop kita berupa sebuah lubang yang sering berada pada samping atau belakang laptop atau komputer kita.

Ada istilah USB 2.0 dan USB 3.0.  Sebenarnya apa sih perbedaan kedua istilah tersebut?  Keduanya  tetap kabel serial, sedangkan perbedaannya ada pada kecepatan transfer data antara USB 2.0 dan USB 3.0.

Teknologi USB 2.0 dirilis pada April 2000, dari teknologi ini dilakukan berbagai inovasi dan perbaikan sehingga pada November 2008 dikeluarkan model baru USB 3.0.

Dulunya pada tahun 2000-an USB 2.0 termasuk memiliki kemampuan cepat sehingga disebut berkemampuan  “High Speed”, Up to 480 Mbps, tetapi tentu kecepatan tersebut untuk saat ini dianggap kurang sehingga versi USB 3.0 berkemampuan jauh lebih cepat atau dengan istilah “Super Speed”, Up to 4.8 Gbps.

Perbedaan keduanya dari sisi teknologi transfer data dimana USB 2.0 menggunakan metode half duplex yang maksudnya  komunikasi yang terjadi dalam transfer data hanya bisa dilakukan satu arah dan pengiriman dan penerimaan terjadi dalam waktu yang bergantian,   sedangkan USB 3.0 menggunakan metode full duplex, artinya komunikasi yang terjadi dalam transfer data bisa dilakukan dua arah, pengiriman dan penerimaan bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Tentunya ada perbedaan pada fisik dari kedua kabel  tersebut. Pada USB 2.0 ada 4 pin atau 4 jalur kalau kita perhatikan secara cermat pada lubang pada kabel tersebut. Untuk USB 3.0 ada 9 pin atau 9 jalur yang terbuat dari tembaga.

Penggunaan listrik pada USB 3.0 juga lebih hemat, yaitu sebesar 4Volt, sedangkan pada USB 2.0 sebesar 4,4 Volt. Mengapa USB 3.0 lebih cepat tetapi lebih hamat dalam pemakaian listrik? Ini terjadi karena teknologi USB 3.0 arus listriknya ditingkatkan menjadi menjadi 150mA.

Perpedaan Konektor USB 2.0 dan USB 3.0
Perpedaan Konektor USB 2.0 dan USB 3.0

Hal penting yang perlu diketahui juga adalah pada konektornya, untuk USB 2.0 yang lama biasanya konektor pada komputernya berwarna hitam atau abu-abu, sedangkan pada USB 3.0 konektornya berwarna biru terang atau biru tua.

Jumlah pin yang ada dikonektor USB 3.0 juga berbeda. sesuai dengan kabelnya. Ole karena itu jika konektor USB pada laptop kita berwarna hitam dikoneksi dengan kabel serial USB 3.0 untuk membaca mini hardisk contohnya, maka kecepatannya hanya sebatas USB 2.0 atau sebesat 480 Mbps, karena konektor hitam hanys membaca 4 pin saja secara half duplex. Jadi tidak ada gunanya kita membeli kabel USB 3.0 kalau konektor komputer kita masih menggunakan teknologi USB 2.0.

Sebenarnya untuk komputer rakitan ada card USB 3.0 seharga Rp. 150 ribu dan dapat dipasang slot dimainboad jiks masih tersedia, tetapi juga harus dengan processor dan memori yang sepadan. Untuk komputer yang masih uptodate bisa melakukan hal seperti itu, tetapi komputer yang agak jadul tidak ada gunanya.

Device lain seperti mini hardisk, flasdisk, dvd player external dan device external lainnya yang akan terhubung dengan komputer juga harus mendukung dan kompatibel dengan teknologi USB 3.0 maka protokol teknologi USV 3.0 dengan 9 pin benar-benar berjalan.