Tuesday, July 7, 2020

JQuery Pustaka JavaScript Populer dan Banyak Disukai Devloper

Pengembangan JavaScript terus maju. Berbagai pustaka baru JavaScript yang mempermudah pengguna dalam menyusun kode-kode JavaScript bermunculan, seperti JQuery, Ajax dan lain-lain. Kali ini Tim Webbasemedia membahas jQuery sebagai flatform untuk menyederhanakan client-side scripting pada HTML. JQiery dikembangkan dan berada dibawah lisensi oleh MIT, walaupun dapat digunakan dan dikembangkan secara bebas dan gratis.

Pustaka JQuery
Ilustrasi. Pustaka JQuery
Sampai kini JQuery adalah salah satu pustaka JavaScript yang paling populer. Banyak pengembang aplikasi mendukung pengembangannya dan menggunakan jQuery bersama HTML, CSS dan PHP untuk membangun aplikasi web dan situs yang responsif.

Berbagai script source code contoh untuk pembelajaran dan untuk mempermudah para develiper juga banyak. Kita dapat mudah mencari dan mendownloadnya diberbagai forum dan google.

Fungsi-fungsi baru yang memperkaya pustaka jQuery juga terus bermunculan dari para developer yang dishare ke publik digunakan dan juga dikembangkan lagi oleh proggramer lainnya. Sehingga flatform ini terus berkembang dan populer.

Untuk saat ini hampir semua situs-situs besar tidak akan lepas dari kode jQuery. Cintohnya seperti Facebook, aplikasi dari WorPress, Blogger, Amazon dan sebagainya menggunakan jQuery yang terkenal fleksibel dan lebih mudah untuk membangun aplikasi web yang canggih, cepat dan redponsif.

Kode-kode script jQuery diselipkan dalam kode HTML dan PHP. File-file HTML dan PHP menjadi rumah dari kode jQuery.

Dengan penulisan kode jQuery maka pengembangan aplikasi kode jauh lebih singkat dan mudah, sehingga muncul motto jQuery yaitu "writer less, do more."

Contoh penulisan JavaScript murni untuk menulis "Belajar jQuery" dibuat sebagai berikut:

document.getElementById(“demo”).innerHTML = “Belajar jQuery”;

Sedangkan penulisan kode JavaScript dengan flatform jQuery jauh lebih singkat sebagai berikut:

$(“#demo”).html(“Belajar jQuery”);

Untuk menggunakan jQuery sebagaimana JavaScript harus terlebih dahulu dideklarasikan agar file HTML dan PHP tahu bahwa ada kode JavaScript di dalam tubuhnya. Deklarasi tersebut ditulis antara <head> dan </head> pada file HTML.

<head>
<script src="jquery-2.1.4.js"></script>
</head>

Dengan deklarasi ini artinya file HTML yang kita gunakan disupport dengan file pustaka jQuery dengan nama: jquery-2.1.4.js. Secara lengkap didalam file html sebagai berikut ini:


<html>
<head>
<title>JQuery Pustaka JavaScript Populer dan Banyak Disukai Devloper</title>
<script src="jquery-2.1.4.js"></script>
</head>
<body>
 
</body>
</html>
File yang berekstensi .js adalah file yang berisi pustaka JavaScript murni dan juga JavaScript jQuery. File HTML yang didalamnya mengandung deklarasi seperti diatas sudah dapat menggunakan fungsi-fungsi dan fitur jQuery yang tersedia dalam file .js.

Friday, June 26, 2020

Apa ya JavaScript?

 
JavaScript atau yang banyak disingkat dengan JS awalnya dikembangkan oleh Brandan Eich yang merupakan pegawai perusahaan Netscape pada tahun 1995. Awalnya JS disebut sebagai ECMAScript, karena Javascript untuk selanjutnya dikembangkan dan dikelola oleh komite European Computer Manufacturers Association (ECMA).

JavaScript (JS)
Ilutrasi. JavaScript (JS)
Bahasa ini baru diperkenalkan ke public tahun 1999 saat keluar release ECMAScript 3. Akhirnya semakin lama semakin popular dan istilah ECMAScript lebih popular disebut sebagai JavaScript.

Bahasa pemprograman ini adalah kode bahasa yang terkompilasi ringan yang diletakkan bersama kode Hyper Text Markup Language (HTML) dan Cascading Style Sheet (CSS), bahkan saat ini JavaScript menjadi salah satu teknologi World Wide Web (WWW).

Pemprograman ini terkenal sebagai bahasa scripting untuk halaman Web, tetapi bukan saja aplikasi web  pada kenyataanya penggunaan JS banyak juga digunakan di lingkungan non-browser, contohnya seperti Apache CouchDB, Node.js dan Acrobat Adobe.

Pendekatan JavaScript mengarah kepada gaya bahasa berbasis prototipe, multi-paradigma dan single-threaded. JS juga banyak digunakan untuk mendukung web yang sangat dinamis dan bersahabat dengan banyak browser dan ukuran layar gatget. Banyak flatform yang dibuat dengan JS menjadi bagian dari situs-situs yang sangat enak diakses dari berbagai jenis media baik PC, laptop, tablet ataupun smartphone tampilan web yang didukung oleh Javascript sangat baik.

Flatform yang dibangun dengan berbasis JS juga pada umumnya berorientasi objek dengan penggunaan variable yang dideklarasikan secara sistematis. Pemprograman ini juga mendukung fungsi-fungsi yang dapat dibangun sendiri sehingga menghindari perulangan kode yang tidak efesien. Penggunaan fungsi-fungsi milik JS ini sangat digemari oleh para programmer aplikasi maupun game, karena sangat mudah dan sangat efektif.

Pada tahap berikutnya selain dipadupadankan dengan HTML Javascript juga menjadi bagian dari pengembangan pemrograman PHP. Banyak penggunaan JavaScript didalam aplikasi berbasis PHP seperti pada JQuery, Asynchronous JavaScript And XML (Ajax), AngularJS, Bootstrap dan lainnya.

JavaScript juga dimasukkan dalam flatform untuk membuat berbagai CMS yang berguna untuk mempermudah pembuatan situs atau web. CMS berupa template yang dapat diredesign sehingga pembuatan situs bisa lebih cepat. contohnya yaitu Joomla, WordPress, Drupal, Prestashop, vBulletin, Moodle, Opencart dan lain-lain.

JavaScript juga ada kelemahan dalam masalah pertukaran data, sehingga dikembangkan JavaScript Object Notation (JSON) bahasa memfasilitasi pertukaran data. Bentuk format penulisan JSON mengacu pada standar ECMAScript 262 Edisi ke 3 yang direlease pada tahun 1999.