Friday, July 24, 2020

Ingin Kerja Laptop Anda Cepat? Ganti Hardisknya Menjadi SSD

Kebutuhan untuk memiliki laptop atau notebook yang cepat semakin tinggi. Apalagi saat ini banyak aplikasi yang cukup boros "source" kinerja processor, RAM ROM dan harddisk.

Harddisk SSD Merek WD 1 TB

Sebagai gambaran aplikasi game on line untuk komputer seperti Tom Raider, GTA, Crysis dan lain-lain. Aplikasi untuk mengolah photo seperti PhotoShop. Aplikasi untuk manajemen database seperti iatau Oracle dan SQl Server untuk pengelola database. Semua aplikasi itu benar-benar memeras tenaga mesin komputer.

Bagaimana cara meningkatkan kinerja laptop atau notebook? Banyak caranya yang umum adalah mengganti memori menjadi lebih besar, tapi selain itu ada cara lain untuk mendongkrak kinerja laptop/notebook lebih signifikan. Apakah itu?

Salah satu beban besar dari kerja mesin laptop adalah kerja hardisk Hard Disk Drive (HDD) sebagai media penyimpanan. Hardisk menyimpan metadata dari berbagai sistem operasi dan software pada piringan disk magnetik bundar yang berputar cepat. Perputaran disk hardisk adalah pergerakan fisik mekanik menggunakan pendorong dinamo.

Semakin banyak data diminta maka semakin sering dinamo berputar untuk menggerakkan piringan-piringan logam (disk) yang mengandung record-record data yang tersimpan secara elektro magnetis. Ini yang menyebabkan laptop cepat panas, karena kerja dinamo HDD sangat boros energi listrik. HDD juga rawan terhadap getaran dan benturan.

Teknologi Solid State Drive (SSD) telah merubah cara ini dengan menyimpan data pada fisik yang statis tidak seperti HDD yang harus bergerak dinamis dengan berputar. Prinsifnya pada SSD pembacaan data cukup ditempat, sedangkan pada HDD harus dipanggil, maka lokasi disk yang mengandung data menghantarkan data.

Pada SSD terdapat gabungan chip memori yang saling terhibung (terintegrasi). Mirip seperti kerja processor yang juga memiliki kemampuan menampung data. SSD menghapus kerja mekanis atau dengan kalimat lain SSD bekerja secara full.elekrik.

SSD lebih handal dan lebih aman dalam menyimpan data. SSD juga lebih tahan terhadap getaran dan goncangan. Tentu SSD ada kelemahannya yaitu rawan.terhadap air dan konsleting listrik.

Teknologi SSD menjadi loncatan besar.untuk meningkatkan efektifitas kerja media penyimpanan. Tentu ini mengimbangi kebutuhan penyimpanan yang semakin lama semakin boros, karena peningkatan teknologi telah memperbanyak dan memperkaya referensi pada berbagai sistem operasi dan software aplikasi.

Salah satu kendala bagi pengguna untuk mendapatkan hardisk SSD adalah ketersediaan SSD dipasaran masih terbatas dengan harga yang mahal. Sebagai gambaran SSD 500 GB merk WD seharga 1 juta, sedangkan untuk hardisk HDD hanya seharga pada kisaran Rp. 500 ribu. Untuk SSD 1 TeraByte merek WD harga tambah tinggi lagi pada kisaran Rp. 3,4 jutaan sedangkan HDD hanya pada kisaran Rp. 750 ribu sampai 1 jutaan tergantung merek.

Itulah hardisk SSD yang memang belum ekonomis dan masih cukup.mahal. Itulah yang kita bayar untuk meningkatkan kecepatan leptop secara signifikan. Sebagai gambaran kinerja SSD bisa sampai 10 kali kecepatan hardisk HDD.

Pada akhirnya tentu kembali pada kita seberapa butuh kita pada laptop atau notebook yang cepat. Ada nilai ada harga. Yah silahkan dipertimbangkan saja.

Monday, June 15, 2020

Laptop Ultrabook, Canggih dan Ringan!

Trend laptop ultrabook semakin menarik. Awalnya type laptop ini adalah adanya kenginan untuk menggabungkan notebook yang berkinerja dengan netbook yang ringan dan tipis. Jadilah sebuah laptop ultrabook yang ringan dan tipis dan menjadi laptop portabel yang fleksibel untuk dibawa kemana-mana, tetapi dengan performa yang tinggi.

Laptop Ultrabook
Ilustrasi. Laptop Ultrabook
Laptop ultrabook sangat cocok bagi para pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, tetapi pekerjaannya sangat membutuhkan laptop dengan dapur kerja mesin yang sangat tinggi. Selain itu laptop ultrabook juga akan memenuhi selera seni yang lebih modern dan stylist.

Beberapa vendor tertarik untuk mengisi pangsa pasar ini yang banyak diisi oleh kalangan profesional dan pemakai dengan budget yang tinggi. Bisa dikatakan tahun 2020 ini menjadi tahunnya laptop ultrabook, walaupun beberapa tahun lalu trend ini sudah mulai.

Beberapa vendor yang memasarkan merk terkenal mengikuti trand ini, seperti Asus dengan Asus Zenbook dan juga Asus Vivobook-nya, HP dengan HP Elite Dragonfly dan HP Spectre x360, Microsoft dengan produk Microsoft Surface Laptop 2,  Lenovo dengan produk Lenovo ThingPad dan Lenovo Yoga, Acer dengan Acer Swift, Apple dengan Apple Macbook, Dell dengan Del XPS 13, Samsung mengeluarkan Samsung Netebook 9 Ultrabook  dan masih banyak lagi merk-merk yang mengisi pangsa pasar ultrabook.

Rata-rata laptop ultrabook memiliki bobot yang ringan dan dibawah 2 kg. Isu bobot ini menjadi sangat penting dan sensitif bagi laptop jenis ultrabook. Sebagai contoh produk Apple Macbook Air hanya memiliki bobot 1,24 kg. Bobot ini cukup ringan untuk sebuah laptop, sehingga tidak memberatkan para pemakai yang harus menggendongnya di bahu atau dijinjing dengan tangan seorang profesional wanita. Untuk urusan bobot ini produk dari Dell yaitu Dell XPS 13 tidak kalah, bahkan bobotnya diklaim hanya 1,21 kg saja.

Pada umumnya berbagai merk dengan spesifiksi seperti diatas menggunakan processor, RAM, grafik dan hardisk dengan  spek yang cukup tinggi. Upaya untuk memuaskan konsumen menjadi persaingan tersendiri bagi para vendor. Konsumen dengan keinginan yang dinamis dan budget berbeda menempatkan semua merk dalam kesempatan yang sama untuk meraih pasar.