Friday, July 24, 2020

Apa Beda HTML dan XHTML?

 
Pemrograman berbasis web benar-benar naik daun dan mulai banyak dikenal oleh para programer untuk dijadikan bahan baku penyusunan koding aplikasi.

Ilustrasi. HML dan XHTML

Salah satu bahan kode yang paling pokok dan fundamental adalah bahasa pemrograman HyperText Markup Language (HTML). Bahasa ini seakan sebuah pondasi, tembok dan genting dari sebuah bangunan rumah. Aplikasi web tidak bisa dipisahkan dari bahasa HTML.

Seperti halnya sebuah pondasi kokoh tetapi statis. HTML seperti cetakan dikertas yang tidak bisa berubah lagi. Seorang pengunjung web yang mengakses situs yang berbasis murni HTML hanya bisa merubah tampilan antar muka web dengan memanggil melalui URL di browser.

Web tidak bisa memberikan interaksi yang dinamis dan melayani pengunjung secara efektif. Jadi untuk merubah tampilannya ya hanya dengan merubah koding HTML-nya.

Inilah yang menyebabkan HTML membutuhkan tambahan bahasa untuk mendukung performanya agar lebih efesien, interaktif, menarik dan dinamis. Apakah dukungan bahasa untuk HTML itu?

Perkembangan selanjutnya muncullah istilah Extensible HyperText Markup Language (XHTML). Sebenarnya ini hanyalah istilah saja karena pada prinsifnya tetap menggunakan bahasa HTML, tetapi dengan paradigma Extensible Markup Language (XML) yang dapat membuat tag sendiri diluar dari tag standar ala HTML. Selain itu XML mampu menampung data dan memiliki kemampuan array untuk menyimpan data yang lebih banyak.

Di bawah ini merupakan standar dari struktur koding HTML yang paling sederhana.

<html>

<head>
  <title></title>
</head>

<body>

</body>

</html>
Berikutnya dibawah ini merupakan contoh deklarasi untuk menjadikan HTML menjadi XHTML dengan menambahkan beberapa baris kode.


<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">

<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">

<head>
  <title>Title of document</title>
</head>

<body>
  
</body>

</html>

Sebenarnya pengembangan pada bahasa XML juga terus terjadi. Selain peningkatan pada kompleksitas pada struktur XML juga penyusuna bahasa XML dengan varian lain juga terus dibuat, sebagai contoh perusahaan Microsoft membuat MSXML, selain itu Macromedia membuat MXXML.

Untuk sast ini pengembangan HTML dan XHTML tidak bisa berdiri sendiri untuk membuat aplikasi web yang canggih. HTML/XHTML membutuh dukungan bahasa lain yang dijadikan satu dalam kodingnya.

Beberapa dukungan bahasa yang penting tersebut yaitu; JavaScript agar web memiliki interaksi dengan pengunjung (pengguna aplikasi), PHP yang menjadi duta untuk akses ke database dan pelakukan pengolahan data untuk konten yang dibutuhkan web, CSS yang menentukan tampilan web agar lebih menarik dan AJAX yang melokalisasi proses perubahan wajah tampilan web agar lebih efesien, oleh karena itu AJAX disebut sebagai Doom Coding.

Pengembangan seterusnya banyak terjadi pada bahasa JavaScript dengan munculnya berbagai flatform yang mempermudah dan menyederhanakan bahasa JavaScript, seperti munculnya JQuery, Google Closure (flatform besutan perusahaan Google), Angular JS, Node.js dan turunan JavaScript lainnya.