Wednesday, June 24, 2020

Televisi Menjadi Layar Aplikasi Android

Pandemi Covid19 menyebabkan kita terpaksa selalu berada dirumah. Hanya keperluan penting saja kita keluar rumah. Tentunya berada dirumah saja sering membuat bosan. Salah satu cara untuk menghindari kebosenan adalah menikmati hiburan di rumah. Televisi adalah salah satu medianya, tapi mungkin bosan dengan acaranya dan banyaknya iklan. Mungkin Anda ingin merasakan televisi dalam bentuk yang lain.

XBox
XBox merk X96mini
Sebenarnya televisi dapat diubah menjadi media hiburan yang lebih semarak. Kali ini kita akan mencoba layar televisi menampilkan hiburan yang ada di smartphone. Untuk itu mari coba merubah layar televisi biasa dapat menampilkan output sistem operasi Android, melalui peralatan sejenis XBox atau smartphone.

Pada televisi model baru terdapat konektor data dalam bentuk HDMI. Melalui konektor inilah kita dapat menghubungkan media yang menjalankan sistem operasi Android dengan televisi. Ada tiga cara untuk melakukan hal itu; pertama dengan menggunakan kabel HDMI to mini USB, kedua dengan menggunakan.

Anda ingin mencoba menonton video dari aplikasi seperti Youtube atau Netflix. Ingin mencoba berkomunikasi visual dengan Zoom, menjalankan aplikasi WhatsApp atau aplikasi android lainnya di televisi; sehingga gambarnya lebih besar dan suaranya lebih menggelegar dibandingkan dengan menonton dihandphone. Apalagi kalau ukuran layar sudah sangat lebar seperti 40 inc ke atas plus speaker aktif stereo serasa menonton di bioskop.

Selain aplikasi Youtube, Netflix atau aplikasi untuk menonton video lainnya, televisi yang dapat menjalankan sistem operasi Android juga dapat menjalankan game seperti layaknya sebuah smartphonr. Tentu dengan dukungan peripheral keyboard dan mouse, atau lebih keren lagi menggunakan alat sejenis joystick atau steer. Permainan game dengan menggunakan layar televisi ini serasa berada di Game Zone di mall.

Jadi bagaimana cara memindahkan aplikasi Android ke televisi? Ada beberapa cara untuk itu. Cara pertama dengan menggunakan XBox, bisa juga dengan menggunakan kabel konektor dan cara berikutnya dengan menggunakan alat HDMI bluetooth.

Untuk mencari alternatif yang paling murah adalah dengan menggunakan kabel HDTV yang menghubungkan kabel HDMI ke konektor USB type C yang ada di handphone, kelemahannya terpaksa smatrphone kita menjadi medianya. Harga kabel HDTV berkisar 30 sampai dengan 150 ribu.

Alternatif kedua dengan menggunakan HDMI bluetooth yang masih murah juga, tetapi jika dibandingkan dengan cara sebelumnya tentu lebih mahal sedikit. Sayangnya masih tetap menggunakan media seperti smartphone. Untuk Anda yang sibuk bisnis dengan menggunakan smartphone cara pertama dan kedua ini tidak direkomendasikan. Dengan HDMI bluetooth kita mengeluarkan kocek dengan perkiraan dari Rp. 100 ribuan sampai dengan Rp. 300 ribuan.

Cara lain yang lebih nyaman dan tidak mengganggu handphone kita adalah dengan menggunakan XBox. peralatan XBox dapat menjalankan sistem operasi Android yang penampilannya dapat dinikmati di televisi melalui konektor HDMI. Peralatan XBox sama seperti smartphone yang memiliki RAM, memori  dan perangkat grafis. Tentu harganya lebih mahal karena dipasaran xBox yang low-end berkisar Rp. 250 ribu, bahkan untuk spec yang sangat baik xBox bisa seharga satu jutaan.

Wednesday, May 27, 2020

Apa Perbedaan USB 2.0 dan USB 3.0?

 

USB atau kepanjangannya yiatu Universal Serial Bus adalah kabel serial yang menghubungkan perangkat device komputer, laptop, notebook atau gatget lain dalam transfer data dan juga untuk pengecasan batre gatget.

Kabel dan konektor USB biasa digunakan untuk membaca flasdisk, mini hardisk, koneksi kabel data printer, dvd external, dan device lainnya.

Sejarahnya pada tahun 1996, beberapa perusahaan besar ingin membuat standar yang berlaku untuk melakukan transfer data antara dua device.  Microsoft, IBM, Intel, Compaq dan Nortel yang merupakan raksasa teknologi pada masa itu menentukan suatu protocol baru yang dinamakan USB.

Kabel USB dihubungkan dengan konektor USB.  Konektor USB seperti yang ada pada komputer atau laptop kita berupa sebuah lubang yang sering berada pada samping atau belakang laptop atau komputer kita.

Ada istilah USB 2.0 dan USB 3.0.  Sebenarnya apa sih perbedaan kedua istilah tersebut?  Keduanya  tetap kabel serial, sedangkan perbedaannya ada pada kecepatan transfer data antara USB 2.0 dan USB 3.0.

Teknologi USB 2.0 dirilis pada April 2000, dari teknologi ini dilakukan berbagai inovasi dan perbaikan sehingga pada November 2008 dikeluarkan model baru USB 3.0.

Dulunya pada tahun 2000-an USB 2.0 termasuk memiliki kemampuan cepat sehingga disebut berkemampuan  “High Speed”, Up to 480 Mbps, tetapi tentu kecepatan tersebut untuk saat ini dianggap kurang sehingga versi USB 3.0 berkemampuan jauh lebih cepat atau dengan istilah “Super Speed”, Up to 4.8 Gbps.

Perbedaan keduanya dari sisi teknologi transfer data dimana USB 2.0 menggunakan metode half duplex yang maksudnya  komunikasi yang terjadi dalam transfer data hanya bisa dilakukan satu arah dan pengiriman dan penerimaan terjadi dalam waktu yang bergantian,   sedangkan USB 3.0 menggunakan metode full duplex, artinya komunikasi yang terjadi dalam transfer data bisa dilakukan dua arah, pengiriman dan penerimaan bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Tentunya ada perbedaan pada fisik dari kedua kabel  tersebut. Pada USB 2.0 ada 4 pin atau 4 jalur kalau kita perhatikan secara cermat pada lubang pada kabel tersebut. Untuk USB 3.0 ada 9 pin atau 9 jalur yang terbuat dari tembaga.

Penggunaan listrik pada USB 3.0 juga lebih hemat, yaitu sebesar 4Volt, sedangkan pada USB 2.0 sebesar 4,4 Volt. Mengapa USB 3.0 lebih cepat tetapi lebih hamat dalam pemakaian listrik? Ini terjadi karena teknologi USB 3.0 arus listriknya ditingkatkan menjadi menjadi 150mA.

Perpedaan Konektor USB 2.0 dan USB 3.0
Perpedaan Konektor USB 2.0 dan USB 3.0

Hal penting yang perlu diketahui juga adalah pada konektornya, untuk USB 2.0 yang lama biasanya konektor pada komputernya berwarna hitam atau abu-abu, sedangkan pada USB 3.0 konektornya berwarna biru terang atau biru tua.

Jumlah pin yang ada dikonektor USB 3.0 juga berbeda. sesuai dengan kabelnya. Ole karena itu jika konektor USB pada laptop kita berwarna hitam dikoneksi dengan kabel serial USB 3.0 untuk membaca mini hardisk contohnya, maka kecepatannya hanya sebatas USB 2.0 atau sebesat 480 Mbps, karena konektor hitam hanys membaca 4 pin saja secara half duplex. Jadi tidak ada gunanya kita membeli kabel USB 3.0 kalau konektor komputer kita masih menggunakan teknologi USB 2.0.

Sebenarnya untuk komputer rakitan ada card USB 3.0 seharga Rp. 150 ribu dan dapat dipasang slot dimainboad jiks masih tersedia, tetapi juga harus dengan processor dan memori yang sepadan. Untuk komputer yang masih uptodate bisa melakukan hal seperti itu, tetapi komputer yang agak jadul tidak ada gunanya.

Device lain seperti mini hardisk, flasdisk, dvd player external dan device external lainnya yang akan terhubung dengan komputer juga harus mendukung dan kompatibel dengan teknologi USB 3.0 maka protokol teknologi USV 3.0 dengan 9 pin benar-benar berjalan.