Thursday, August 6, 2020

Ingin Tahu Siapa yang Suka Kepo Profile WhatsApp Anda?

Aplikasi WhatsApp adalah aplikasi chatting paling populer saat ini. Hampir semua pengguna smartphone menginstal aplikasi ini untuk menjalin komunikasi dengan teman, partner kerja, keluarga atau kolega lainnya.

Aplikasi yang simpel tetapi canggih ini sudah didownload lebih dari 5 milyar kali di Google Play Store. Pengguna juga bukan hanya Android tetapi juga iPhone/iOS, Windows dan juga di PC Mac.

Aplikasi Whats Tracker di Google Play Store

Salah satu hal yang menyenangkan adalah mengganti-ganti status dengan photo atau video baru. Kita bisa memasukkan aktifitas masak, sedang belajar, photo di pantai atau photo apa saja untuk membuat kekasih atau teman-teman mu kepo. Terus tinggal pantau berapa tayangan dari status kita itu, termasuk siapa orangnya.

Sayangnya untuk profile tidak bisa melakukan hal itu. Di WhatsApp tidak ada fitur untuk melihat berapa yang melihat profile kita dan siapa saja yang melihatnya. Adakah solusinya untuk mengetahui yang melihat profile kita?

Cara agar bisa melihat teman-teman yang kepo dengan profile kita adalah dengan menginstal aplikasi Whats Teacker. Sebenarnya yang kepo siapa sich? Penasaran bener cari tahu yang peduli profile mu. Hehehe

Oke dech kita langsung saja pada langkah-langkah untuk menginstal aplikasi Whats Tracker sebagai berikut ini:
1. Unduh aplikasi 'Whats Tracker' dari Play Store di smartphone kamu.
2. Setelah selesai di instal dan dibuka nanti keluar "agree and continue"
3. Langkah selanjutnya kita diminta nama negara.
4. Kemudian masukkan nomor telepon.
5. Tap sign in.

Dari sini Anda sudah bisa melihat siapa saja yang melihat profile Anda. Mudah bukan? Selamat mencoba.

Thursday, July 23, 2020

Cara Memantau Aktifitas Anak Kita Melalui WhatsApp Web

Anak remaja zaman now ini memang sudah berbeda dunianya, jika dibandingkan dengan anak remaja dalam satu atau dua dekade lalu. Anak lebih sibuk dengan handphone, seperti mengerjakan PR sekolah untuk tugas daring, bermain game on line bareng teman-temannya atau juga bermodsos ria.

Aktifits anak menggunakan gatget
Ilustrasi. Aktifits anak menggunakan gatget.
Untuk urusan berteman baik itu teman rumah atau teman sekolah mereka juga sering membuat group di WhatsApp. Terkesan sekarang ini kalau seorang remaja tidak ada group di media social bisa dibilang anak kuper alias kurang pergaulan.

Di sisi lain sebagai orang tua tentu kita khawatir dengan pergaulan anak zaman sekarang ini. Kita tahu betapa berbahayanya narkoba, pergaulan bebas, nonton yang “aneh-aneh” atau hal yang berbahaya lainnya bagi tumbuh kembang seorang anak remaja.

Kalau sedang bergaul dengan teman-teman sebenarnya apa saja sich yang dikerjakan? Apa saja yang dikerjakan? Kepo ya Ortu… Yah itu hal yang wajar karena orang tua tentu menginginkan anak-anaknya baik-baik saja.

Media social seperti WhatsApp sebenarnya bisa dipantau melalui WhatsApp Web. Dengan bermodalkan laptop/notebook ataupun juga ponsel bisa mengakses akun WhatsApp anak kita di aplikasi browser seperti Crome, Firefox, Opera, Safari atau lainnya.

Bagaimana caranya?

Bunda atau Ayah yang sedang kepo ingin tahu pergaulan anaknya bisa menyiapkan sebuah komputer atau laptop. Kemudian buka sebuah browser apa saja, misalnya Crome.

Kemudian pada URL ketikan tautan :  https://web.whatsapp.com atau bisa juga dengan masuk ke Mbah Google kemudian ketik “wa web” kemudian Google akan menyajikan yang paling atas web.whatsapp.com silahkan diklik saja.

Kemudian dilayar browser akan keluar tulisan : To User WhatsApp On Your Computer dan dibagian kanan  ada square code (QR Code)  yang harus ditangkap layar atau dipindai gatget (ponsel) anak kita.

Yah silahkan Ayah dan Bunda pinjem dulu handphone anaknya.  Yah pura-pura mau menghitung belanjaan menggunakan kalkulator ponsel  atau pura-pura lihat tanggal di kalender ponsel. Kalau untuk urusan gini pasti pinter Bunda-nya lah yaa..

Setelah ponselnya berhasil dipinjem silahkan buka aplikasi WhatsApp ponsel anak tersebut, kemudian lihat pada menu di pojok kanan atas ada tiga titik. Silahkan tap, kemudian pilih menu WhatsApp Web. Kemudian ada perintau untuk melakukan pemindaian kode QR.

Silahkan pindai kode QR yang ada pada WhatsApp Web yang sudah tersedia di komputer/Laptop dengan menggunakan ponsel anak pada kotak pemindaian yang sudah tersedia.

Setelah berhasil melakukan pemindaian silahkan ponselnya dikembalikan ke anaknya, takut kalau kelamaan anak kita curiga.

Perhatikan di Aplikasi WhatsApp Web yang sudah membuka seperti layaknya tampilan WhatsApp ada daftar kontak, ada group dan sebagainya. Akan terlihat anak kita baru mengirim pesan ke siapa?  Dan baru menerima pesan dari siapa? Terlihat juga obrolan dari teman-teman anak kita di group.

Oke silahkan melakukan pemantauan, tetapi jika anak kita tau layanan aplikasi WhatsApp Web akan terhenti jika dari setingan WhatsApp Web yang ada di ponsel diputuskan.  Kalau dia tidak tahu maka proses pemantauan bisa berlangsung dengan aman.

Tuesday, July 14, 2020

Tips Keluar Group WhatsApp Tanpa Diketahui

Terkadang secara tiba-tiba kita menerima motifikasi bahwa kita sudah masuk dalam group WhatsApps yang tidak pernah kita minta. Mungkin ada teman atau patner kerja kita yang memasukkan kita ke group.

Kalau kita rasa bermanfaat berada di WAG tersebut atau merasa nyaman mungkin tidak masalah, tetapi kadang tidak demikian. Kita merasa terganggu dengan notifikasi terus menerus, ponsel kita cepat penuh dengan kiriman gambar dan video. Apalagi yang diskusikan juga hal yang kurang kita minati.

Group WhatsApp
Ilustrasi. Group WhatsApp

Akhirnya kita memutuskan untuk keluar dari group tersebut tetapi bagaimana kita merasa tidak enak dengan teman kita tersebut atau teman lainnya.

Sebenarnya ada tips untuk keluar diam-diam tanpa diketahui oleh admin group dan juga para anggota. Apalagi jika anggotanya sangat banyak, turunnya jumlah anggota tentu banyak yang tidak menyadari, karena dengan tips ini WhatsApp tidak akan memberiakan notifikasi dan informasi ke anggota group bahwa kita sudah keluar.

Biasanya jika kita keluar dengan cara biasa maka informasi ini akan disampaikan ke anggota group dengan pesan "Anda keluar", anggota group akan heboh, karena keluar group akan terkesan sedang marah atau menunjukkan rasa tidak suka yang terang-terangannya, tentumya ini dianggap kurang sopan..

Akan banyak yang bertanya kenapa keluar dan sebagainya. Ada juga yang malah dimasukkan lagi oleh adminnya. Kalau sudah begini malah kita jadi tidak enak dengan para anggota dan jadi serba salah.

Tips ini sangat mudah. Anda hanya menyiapkan nomor sementara untuk menggantikan nomor lama yang sudah terdaftar di WhatsApp. Kemudian nanti akan dikembalikan lagi ke nomor yang lama setelah Anda statusnya keluar dari Group tersebut.

Langkah pertama adalah mengganti ke nomor sementara. Cara penggantian nomor dilakukan melalui menu "Setting/Setelan" yang berada di pojok kanan atas menu WhatsApp Anda, kemudian masuk ke "Akun" dan selanjutnya masuk ke "Ganti Nomor".  Sampai tahap ini kita diminta untuk memasukkan nomor yang baru dan kemudian dilakukan verifikasi untuk memastikan bahwa nomor yang dimasukkan adalah memang nomor yang kita miliki.

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah dengan menghapus data WhatsApp. Untuk menghapus data baik di RAM ponsel maupun dimemori ponsel dengan menggunakan fitur yang ada di Android, yaitu Manager Aplikasi. Langka awalnya masuk dulu ke menu "Pengaturan" pada Android, kemudian masuk ke menu "Aplikasi."  Setelah itu cari aplikasi WhatsApp dan pilih.

Pada tahap ini kita masuk ke menu info aplikasi, didalamnya ada pilihan menu "Penyimpanan". Pilih dulu penyimpanan kemudian tap "Hapus Data".

Tahap selanjutnya kembali masuk WhatsApp dengan kondisi seakan-akan kita masih baru. Masuk dan mendaftar dengan nomor sementara seperti biasa yang pernah kita lakukan. Setelah akun WhatsApp aktif maka nomor sementara tadi kita ganti dengan nomor yang sesunggunya.

Saturday, July 4, 2020

Bagaimana Cara Setting Dark Mode WhatsApp Web?

Kenyamanan pengguna WhatsApp ternyata menjadi isu penting bagi pengembang WhatsApp agar aplikasi yang awalnya berflatform chating ini terus diminati pengguna. Untuk urusan kenyamanan ini tidak hanya difokuskan untuk WhatsApp versi mobile, tetapi juga untuk WhatsApp Web.

Dark Mode pada WhatsApp Web
Ilustrasi. Dark Mode pada WhatsApp Web

Pengguna WhatsApp Web juga semakin banyak terutama dikalangan profesional. Bahkan menggunakan aplikasi ini sebagai bagian dari aktifitas kerja dikantor. Awalnya versi web ini terkesan sebagai pendamping dari versi asalnya yaitu versi mobile di perangkat handphone, tetapi faktanya tidak seperti itu. Sebagai bukti fitur untuk aksi drag and drop untuk mengantarkan file secara mudah ke patner kerja membuat WhatsApp Web menjadi aplikasi favorite bagi para profesionsl.

Ada sisi lain rupanya yang mendorong pengembang WhatsApp untuk terus meningkatkan kenyamanan itu, yaitu kesehatan mata pengguna. Tingkat penggunsan WhatsApp yang semakin tinggi membuat mata pengguna semakin sering terpapar radiasi cahaya layar komputer atau laptop.

Warna putih dan abu-abu di interface WhatsApp memberikan efek lelah pada mata pada penggunaan dengan durasi yang lama, sehingga perlu mengganti putih dan abu-abu menjadi warna hitam.

Berikut ini Tim Webbasemedia membeberkan cara seting agar WhatsApp Web di komputer kita dapat berlatar hitam dengan fitur baru Dark Mode. Fitur ini bertujuan agar pupil mata kita tidak keras bekerja melawan intensitas tinggi warna layar terang.

Seperti yang disampaikan akun resmi WhatsApp yang disampaikan pada hari Kamis 2 Juli 2020 lalu, akun tersebut menulis "Hari ini dengan bangga kami mengonfirmasi beberapa fitur baru yang akan diluncurkan beberapa pekan mendatang."

Bagaimana cara setting dark mode? Langkah pertama masuk dulu melalui aplikasi browser dan mengakses https://web.whatsapp.com. Masuk seperti biasa dengan membuka menu di setting WhatsApp Web dengan menscan kode barcode yang tersedia di WhatsApp Web.

Langkah berikutnya setelah aplikasi WhatsApp Web sudah ready, pada menu tiga tidik vertikal yang ada di atas interface lakukan tap, kemudian pilih Settings. Selanjutnya muncul pilihan Theme, silahkan tap.  Sehingga nanti muncul tampilan seperti menu berikut ini:
Dark Mode di WhatsApp
Menu pilihan Light atau Dark pada Dark Mode di WhatsApp
Tinggal pilih saja dengan melakukan tap pada pilihan dark, maka background pada antar muka WhatsApp Web akan berubah lebih gelap. Tidak begitu hitam betul dan motif batik pada background masih terlihat jelas, seperti terlihat dibawah ini:

Menu pilihan Light atau Dark pada Dark Mode di WhatsApp Web
Menu pilihan Light atau Dark pada Dark Mode di WhatsApp Web

Silahkan mencoba.
 

Sunday, June 28, 2020

Cara Mengamankan Akun WhatsApp dengan Fitur Verifikasi Dua Langkah

Keamanan media sosial semakin banyak menjadi perhatian pengguna, karena peretasan media sosial berpotensi digunakan untuk hal-hal yang merugikan pengguna baik secara finansial maupun dampak kerugian lainnya.
akun WhatsApp dapat dibajak.
Ilustrasi. Hati-hati akun WhatsApp dapat dibajak.

Akun yang seharusnya sangat pribadi itu didapaat digunakan oleh hacker untuk berkomunikasi dengan rekan kerja korban, keluarga atau patner bisnis. Misalnya dengan permintaan pengiriman uang, pulsa, atau transaksi lainnya yang lebih merugikan lagi.

Pengguna juga dapat kebobolan data penting yang pernah dikirimkan dalam komunikasi yang pernah dilakukan. MIsalnya nomor rekening bank, pin kartu ATM, informasi kartu kredit, rahasia bisnis atau perusahaan.

Pengguna juga dapat dirugikan akibat hacker melakukan posting yang melanggar hukum, misalnya posting gambar-gambar asusila dan sebagainya. Untuk itulah sebuah akun pribadi harus benar-benar dijaga agar tidak disalahgunakan.

Hal ini menjadi perhatian pengembang WhatsApp dengan menyediakan fitur verifikasi dua langkah yang menggunakan pengamanan security ganda, sehingga tidak mudah bagi hecker untuk menjebol dan mengendalikan akun kita. Teknik pengamanan akun ini sudah lama juga digunakan di akun Google.

Bagaimana cara melakukan seting verifikasi dua langkah (two step verification)? Untuk melakukan seting tersebut pertama-tama masuk ke menu tiga titik yang ada dikanan atas antar muka WhatsApp. Pada menu tersebut pilih Setelan, selanjutnya ketuk Akun, kemudian pilih menu Verifikasi Dua Langkah.

Pada tahap ini kita dapat melihat apakah fitur verifikasi dua langkah sudah diaktifksn atau belum. Jika belum maka dibagian bawah ada menu Aktifkan. Ketuk pilihan tersebut. Lalu kita diminta memasukkan 6 digit pin rahasia akun kita. Kemudian diminta ulang lagi sebagai konfirmasi.

Sampai tahap ini kita diminta memasukkan email kita yang masih aktif. Silahkan masukkan email anda. Email ini sangat penting untuk digunakan sebagai email verifikasi kalau seandainya pin kita dijebol oleh hacker.

Oke silahkan dicoba.

Tuesday, June 23, 2020

Apakah Daftar Kontak WhatsApp Anda Sudah Terenkripsi End to End?

Keamanan dan kenyamanan media komunikasi sangat penting bagi para pengguna sosial media seperti WhatsApp, sehingga Pengembang WhatsApp terus berupaya untuk meningkatkan berbagai jurus 'security' yang handal.

Enkripsi End-to-End WhatsApp
Enkripsi End-to-End WhatsApp

Salah satu metode yang sudah dikembangkan di aplikasi WhatsApp adalah penggunaan enkripsi end-to-end WhatsApp  yang memastikan komunikai dua arah tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga. Informasi hanya dapat dibaca oleh komunikator dan komunikan. Data digital yang lalu lalang di server dan jaringan provider hanya data digital yg sudah teracak dengan enkripsi rahasia yang tidak mudah untuk di terjemahkan.

Penggunaan metode enkripsi ini digunakan juga di media sosial lain, misalnya ...tetapi WhatsApp secara terbuka memberikan informasi ke pengguna chatnya bahwa komunikasi yang berjlalan sudah dilindungi dengan enkripsi end to end.

Agar dapat memastikan metode enkripsi end to end ini berjalan di perangkat WhatsApp yang kita gunakan, maka kita harus memeriksa apakah daftar kontak yang terdaftar di aplikasi WhatsApp kita sudah menjalankan enkripsi tersebut.


Cara Mengaktifkan Enkripsi Di Daftar Kontak

Sebenarnya metode enkripsi end to end sudah secara otomatis dijalankan, tetapi belum tentu hal tersebut bisa langsung dipastikan. Untuk komunikasi yang sifat rahasia atau masalah transaksi keuangan dan hubungannya dengan perbankan lebih baik kita periksa kepastiannya.

Ada beberapa tahapan untuk memastikan berjalannya enkripsi tersebut. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Masuk ke room chat dari kontak yang akan kita cek.
2. Langkah berikutnya ketuk nama kontak.
3. Ketuk lagi pada enkripsi. Dari sini kita akan melihat satu set angka yang berbeda bersama dengan QR Code.
4. Sampai tahap ini merupakan tahap yang penting yaitu Anda meminta kontak untuk memindai kode QR  atau Anda sendiri yang melakukan pemindaian kode QR agar semua proses komunikasi harus melalui proses enkripsi end-to-end terlebih dulu.

Kode ini dapat ditemukan di layar info kontak, sebagai kode QR dan angka 60 digit. Kode ini bersifat unik bagi setiap chat dan dapat dibandingkan dengan orang-orang yang berada dalam setiap chat untuk memverifikasi bahwa pesan yang Anda kirim ke chat tersebut terenkripsi secara end-to-end. Kode keamanan hanyalah versi terlihat dari kunci spesial yang dibagikan di antara Anda dan kontak Anda - dan jangan khawatir, ini bukanlah kode yang sebenarnya, karena kode tersebut akan selalu tetap dirahasiakan.

Sewaktu-waktu, kode keamanan yang digunakan di enkripsi end-to-end mungkin berubah. Hal ini biasanya disebabkan karena Anda atau kontak Anda memasang ulang WhatsApp atau mengganti telepon.

WhatsApp akan secara otomatis memberitahukan perubahan kode keamanan kepada pihak lain jika terjadi perubahan. Untuk kembali mengaktifkan enkripsi maka Anda harus kembali melakukan verifikasi, seperti gambar dibawah ini:
Verifikasi kode keamanan WhatsApp
Verifikasi kode keamanan WhatsApp

Fitur enkripsi tidak hanya untuk chat saja tetapi juga untuk panggilan audio yang binery datanya akan dilakukan enkripsi pada proses pengiriman data ke pendengar audio, kemudian setelah sampai media komunikasi pendengar baru aplikasi WhatsApp melakukan dekripsi sehingga suara kembali seperti semula yang dapat didengar oleh lawan bicara.

Komunikasi sudah dapat dipastikan menjalankan enkripsi end to end setelah di dalam 'room chat' terdapat pesan: 'Pesan yang dikirim ke chat ini dan panggilan diamankan dengan enkripsi end-to-end, yang berarti WhatsApp dan Pihak Ketiga tidak dapat membaca dan mendengarkannya'.

Pesan tersebut berada pada bagian atas dari pesan-pesan chat yang sudah dalam proses perlindungan enkripsi end to end. Penasaran apakah pesan-pesan anda selama ini sudah diamankan? Silahkan diperiksa.